Monday, 6 January 2014

Ilmu Sirip atau Halimunan

Malang tidak berbau, sediakan payung sebelum hujan. Dengan segala kerendahan hati, keilmuan ini kami perturunkan untuk anda gunakan disaat kecemasan. Berguna untuk situasi yang berbahaya insyaallah berhasil.
1. Keselamatan agar tidak terlihat dari dikejar oleh musuh.
Amalan ini telah diamalkan oleh perjuang di zaman dahulu kala.
2. Melindungi anda dari penglihatan polis atau anggota keselamatan yang zalim.
3. Melindungi anda dari kepungan orang-orang yang zalim.
4. Menghilangkan pandangan orang lain yang berniat untuk memperkosa atau merompak anda.
5. Bagi anda yang terlibat dalam bidang kerohanian, ilmu ini dapat menghilangkan pandangan terawangan orang yang ingin mengirim ilmu hitam atau berniat untuk scan anda.
6. Anda dapat menggunakan ilmu ini untuk mengembalikan kiriman ilmu sihir orang lain tanpa dikesan dengan izin Allah.
7. Sebelum bermusafir di tempat yang berbahaya jika diamalkan insyaalah selamat dengan izin Allah.
Pengisian dilakukan dengan jarak jauh dengan cara tertentu.
100% menggunakan ayat Al-Quran.
Mahar Rm 25.00 Tingkat Biasa
Mahar Rm 75.00 Tingkat Istimewa.+ Sejadah Khusus
Mahar Rm 275.00 Tingkat Guru + Sejadah Khusus + Minyak Khusus pengisian Ilmu+Cara menurunkan Ilmu kepada Murid
(Mampu ijazah kepada orang lain.)

Amalan-amalan Sunan Kali Jaga

Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan namaRaden Said. Dia adalah Putra Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya,Syekh MalayaPangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.

Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali (penunggu sungai). Sedangkan versi yang lain mengatakan beliau menunggu tungkat Sunan Bonang di tepi sungai. Apapun versinya yang jelas beliau mempunyai hubungan yang sangat erat dengan sungai.

Kemudian kaedah ini berkembang menjadi sebuah ritual Kum kum Sebuah teknik ritual pernafasan tenaga dalam dan kebatinan yang di katakan sangat cepat membangunkan tenaga dalaman dan tenaga kerohanian seseorang.

Fakta di atas saya kutipkan dari sebuah naskah kuno yang bertajuk Mertasinga yang merupakan pesan yang disampaikan, oleh Syekh Ataullah, salah satu guru dari Sunan Gunung Jati. Naskah ini diterjemahkan oleh Bapak Amman N. Wahjoe, yang memiliki dokumen ini secara turun menurun dalam keluarganya dan kepada anak muridnya. Penulis merupakan salah seorang yang terlibat dalam mengembangkan metode Sunan Kalijaga ini.

Kaedah kum kum ini merupakan sebuah Ritual kerohanian warisan Kanjeng Sunan Kalijaga dan sangat popular bagi peminat ilmu kebatinan ”manunggaling kuala gusti” menyatu tidak bersatu, bercerai tidak berjauhan.
Sebuah konsep sufi yang sangat terkenal dengan keampuhan pembangkitan tenaga kerohanian.
Dalam metode ini atau kaedah mengamalkan sesuatu kebatinan Versi Sunan Kalijaga ini beberapa media tertentu .Media – media ini di perlukan sebagai saranan untuk meringankan sukma dan membuka pintu tenaga dalaman anda.

Amalan-amalan Sunan Kali Jaga

Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan namaRaden Said. Dia adalah Putra Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya,Syekh MalayaPangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.

Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali (penunggu sungai). Sedangkan versi yang lain mengatakan beliau menunggu tungkat Sunan Bonang di tepi sungai. Apapun versinya yang jelas beliau mempunyai hubungan yang sangat erat dengan sungai.

Kemudian kaedah ini berkembang menjadi sebuah ritual Kum kum Sebuah teknik ritual pernafasan tenaga dalam dan kebatinan yang di katakan sangat cepat membangunkan tenaga dalaman dan tenaga kerohanian seseorang.

Fakta di atas saya kutipkan dari sebuah naskah kuno yang bertajuk Mertasinga yang merupakan pesan yang disampaikan, oleh Syekh Ataullah, salah satu guru dari Sunan Gunung Jati. Naskah ini diterjemahkan oleh Bapak Amman N. Wahjoe, yang memiliki dokumen ini secara turun menurun dalam keluarganya dan kepada anak muridnya. Penulis merupakan salah seorang yang terlibat dalam mengembangkan metode Sunan Kalijaga ini.

Kaedah kum kum ini merupakan sebuah Ritual kerohanian warisan Kanjeng Sunan Kalijaga dan sangat popular bagi peminat ilmu kebatinan ”manunggaling kuala gusti” menyatu tidak bersatu, bercerai tidak berjauhan.
Sebuah konsep sufi yang sangat terkenal dengan keampuhan pembangkitan tenaga kerohanian.
Dalam metode ini atau kaedah mengamalkan sesuatu kebatinan Versi Sunan Kalijaga ini beberapa media tertentu .Media – media ini di perlukan sebagai saranan untuk meringankan sukma dan membuka pintu tenaga dalaman anda.